Pernah nggak sih kamu ngerasa ada tempat yang tiap sudutnya kayak lagi โbisik-bisikโ ke kamu? Tempat yang suasananya tenang banget, tapi di saat yang sama, kamu ngerasa ada energi besar yang nggak kelihatan. Kalau kamu warga Tanjungpinang atau lagi jalan-jalan ke Kepulauan Riau, kamu pasti tahu tempat yang gue maksud: Pulau Penyengat.
Cuma butuh waktu sekitar 15 menit naik pompong (perahu kayu tradisional) dari dermaga Tanjungpinang, kamu bakal sampai di pulau yang ukurannya kecil, tapi sejarahnya raksasa. Buat anak muda zaman sekarang, Penyengat itu bukan cuma soal wisata religi atau sejarah doang, tapi soal gimana kita bisa ngerasain vibes misterius yang bikin bulu kuduk berdiri tipis-tipis, tapi tetep bikin penasaran.
Misteri Putih Telur di Masjid Raya Sultan Riau
Ikon paling terkenal di sini tentu aja Masjid Raya Sultan Riau yang warnanya kuning mencolok. Tapi, tahu nggak sih kalau di balik megahnya bangunan ini, ada misteri yang bikin kita geleng-geleng kepala? Kabarnya, masjid ini dibangun pakai putih telur sebagai pengganti semen.
Bayangin deh, ribuan atau mungkin jutaan butir telur dikumpulin pas zaman itu. Misterinya, kok bisa bangunan yang pakai putih telur ini tetep berdiri kokoh selama ratusan tahun, tahan cuaca, dan nggak bau amis sama sekali? Banyak yang bilang ada โdoaโ dan keberkahan khusus di balik pembangunannya. Pas kamu masuk ke dalam, hawanya mendadak jadi adem banget, seolah-olah kebisingan dunia luar langsung terputus.
Jejak Pujangga dan “Penjaga” Pulau
Jalan sedikit dari masjid, kamu bakal ketemu banyak kompleks makam para raja dan pahlawan, termasuk makam Raja Ali Haji, sang pujangga besar penulis Gurindam Dua Belas. Nah, di sini misterinya makin kerasa.
Penyengat itu kecil, tapi di sana banyak banget makam-makam tua yang letaknya kadang terselip di antara rumah warga atau di bawah pohon besar. Kalau kamu jalan-jalan di sini pas sore hari, suasana sunyinya itu โmahalโ banget. Kamu bakal ngerasain sensasi kalau pulau ini tuh punya โpenjagaโ. Banyak cerita yang beredar kalau orang yang datang ke sini nggak boleh sembarangan bicara atau punya niat buruk, karena pulau ini katanya sangat โpekaโ sama tamu-tamunya.
Gudang Mesiu: Spot Estetik Bernuansa Dark
Buat kamu yang suka foto estetik tapi punya nuansa dark atau misterius, kamu harus mampir ke Gudang Mesiu. Bangunannya unik banget: kotak dengan ventilasi kecil dan dinding yang tebalnya nggak main-main. Dulunya, tempat ini dipakai buat nyimpen bubuk mesiu buat perang.
Sekarang, tempat ini jadi salah satu spot paling misterius. Bangunannya yang mulai berlumut dan posisinya yang agak menyendiri bikin kita ngerasa kayak lagi ada di set film thriller. Ada sensasi dingin yang beda pas kamu coba masuk ke dalamnya. Anak-anak muda sering banget ke sini buat sekadar foto-foto, tapi biasanya nggak ada yang berani berlama-lama sendirian di dalamnya.
Nama yang “Menyengat” dan Keajaiban Air Tawar
Namanya aja udah misterius, kan? Konon katanya, dinamain Penyengat karena dulu ada pelaut yang diserang sama ribuan lebah atau penyengat pas lagi ngambil air di sini. Sejak itu, pulau ini punya reputasi sebagai tempat yang โnggak sembaranganโ.
Ada lagi misteri soal airnya. Pulau ini dikelilingi laut asin, tapi ada beberapa sumur tua di sini yang airnya tawar banget, bening, dan nggak pernah kering meskipun kemarau panjang. Salah satunya adalah Sumur Tua yang dipercaya punya khasiat tertentu. Entah ini keajaiban alam atau ada unsur mistis di baliknya, yang jelas ini bikin Penyengat makin punya daya tarik buat dikulik.
Tempat Self-Healing untuk “Menghilang dari Bumi”
Anak muda zaman sekarang sering bilang kalau Penyengat itu tempat self-healing yang paling oke kalau kamu lagi pengen bener-berner โmenghilang dari bumiโ. Di sini nggak ada mobil; yang ada cuma becak motor yang suaranya khas banget.
Duduk-duduk di pinggir dermaga pas sore hari sambil liatin pompong lewat dan dengerin suara adzan dari masjid raya itu rasanya damai banget. Misteri dan ketenangan di Penyengat itu kayak dua sisi koin yang nggak bisa dipisahin. Kamu datang buat sejarah, tapi pulangnya kamu bakal bawa perasaan kalau kamu baru aja โberkomunikasiโ sama masa lalu.
Penyengat bukan cuma soal bangunan tua yang mulai rapuh. Dia adalah ruang waktu yang tetap terjaga. Setiap sudutnya punya cerita, setiap hembusan anginnya punya rahasia. Buat kamu yang ngaku pecinta misteri atau sekadar pengen cari suasana baru yang nggak mainstream, Penyengat adalah jawabannya.
Kalau kamu mau ke sini, bawa niat yang baik dan hati yang tenang. Siapkan kameramu, tapi yang paling penting, siapkan perasaanmu buat ngerasain vibe masa lalu yang masih sangat hidup di sini.







Tinggalkan Balasan