Dari Kekunoan Hingga Kekinian

Mahasiswa SPI UIN Khas Jember Gelar Praktek Lapangan di Museum Islam Indonesia

Avatar Muhammad Fadlal

Mahasiswa Program Studi Sejarah dan Peradaban Islam UIN Khas Jember berfoto bersama saat Praktek Kuliah Lapangan di Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asyโ€™ari (MINHA)

Jember, 4-6 November 2025 โ€” Mahasiswa Fakultas Ushulluddin Adab dan Humaniora, Program Studi Sejarah dan Peradaban Islam Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Shiddiq (UIN Khas Jember) melaksanakan praktek kuliah lapangan yang berlangsung selama tiga hari di Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asyโ€™ari (MINHA). Kegiatan ini merupakan bagian dari program akademik yang bertujuan memperdalam pemahaman mahasiswa tentang sejarah serta peradaban Islam melalui pengalaman langsung di lapangan.

Praktek lapangan yang digelar pada tanggal 4 hingga 6 November 2025 ini diawali dengan sesi pemberian materi yang disampaikan langsung oleh pihak Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asyโ€™ari kepada para mahasiswa. Materi tersebut mencakup sejarah lembaga museum, koleksi benda-benda bersejarah, serta bagaimana museum berperan sebagai lebih dari sekadar tempat penyimpanan artefak, tetapi juga sebagai pusat edukasi dan pelestarian budaya Islam di Indonesia.

Pada hari pertama, mahasiswa mendapat penjelasan mendalam mengenai sejarah berdirinya Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asyโ€™ari, termasuk peran penting museum dalam melestarikan warisan sejarah dan budaya Islam yang ada di Nusantara. Para mahasiswa juga diberi materi khusus terkait Layanan Bimbingan Edukasi di Museum (Educational Guidance Services). Dalam sesi ini, mereka dilatih untuk mampu memberikan pelayanan edukasi secara profesional kepada para pengunjung museum. Tidak hanya itu, mahasiswa juga didorong untuk merancang program edukasi yang sesuai dengan karakteristik pengunjung, dengan fokus mendorong pemahaman dan penghargaan terhadap nilai-nilai sejarah Islam.

Di hari kedua, pembelajaran difokuskan pada pengelolaan koleksi museum. Mahasiswa diberikan materi tentang teknik dasar dalam mengelola koleksi, termasuk pengenalan metode konservasi dan pemeliharaan artefak agar tetap terjaga kelestariannya. Setelah itu, mahasiswa melakukan praktik langsung berupa analisis dan penanganan benda-benda sejarah, seperti membersihkan manuskrip kuno dan pecahan gerabah, serta menyusun kembali pecahan-pecahan tersebut agar dapat tersusun rapi dan mudah dipahami. Kegiatan ini memberikan bekal keterampilan praktis penting yang menjadi bagian dari tugas seorang kurator atau pelaku konservasi budaya.

Kegiatan ini bukan hanya soal teori, tetapi juga melibatkan kerja praktis yang intens, di mana mahasiswa belajar secara langsung bagaimana merawat koleksi museum sehingga tetap berada dalam kondisi baik dan siap dipamerkan. Dalam proses tersebut, mahasiswa juga mendapat pemahaman tentang pentingnya dokumentasi yang teliti dan sistematis dalam pengelolaan koleksi museum agar informasi mengenai setiap benda tersimpan dengan baik dan mudah diakses.

Dalam kegiatan ini mereka dipersiapkan dengan berbagai persiapan seperti penggunaan sarung tangan lateks, kuas, meteran skala, kaca pembesar, pengukur suhu dan cahaya dan alat-alat lainnya yang sudah dipersiapkan oleh pihak museum. Dengan adanya alat-alat bantu yang sudah disediakan dapat mempermudah kegaiatan kuliah lapangan yang sedang berlangsung.

BACA JUGA: Era Baru MANASSA: Dr. Agus Iswanto Gantikan Munawar Holil, Siap Gaet Generasi Muda

Pada hari ketiga, mahasiswa Sejarah dan Peradaban Islam melakukan kegiatan praktik perancangan museum. Kegiatan ini dilakukan secara langsung di lapangan dan melibatkan mahasiswa dalam proses konseptualisasi desain museum yang sesuai dengan karakter dan kebutuhan koleksi serta masyarakat luas. Materi yang diterapkan meliputi aspek perancangan ruang, sistem tata kelola, serta pendekatan estetika dan edukatif dalam sebuah museum sejarah Islam.


Dalam kegiatan ini mahasiswa diberikan tugas untuk merancang pameran yang akan berlangsung dimuseum. Sebelum perancangan pameran mereka diberikan materi terlebih dahulu terkait perancangan pameran di museum.
Kegiatan perkuliahan lapangan ini memberikan pengalaman langsung dalam mendesain pameran yang tidak hanya memenuhi fungsi informatif tetapi juga estetis dan representatif. Mahasiswa belajar merancang pameran dengan penataan yang memperhatikan alur kunjungan, kejelasan informasi, serta penciptaan suasana yang mendukung pemahaman budaya Islam Nusantara. Pendekatan ini juga memadukan konsep arsitektur dan desain interior museum dengan fungsi edukasi, sehingga hasil rancangan mampu menjadi media pembelajaran yang hidup dan inspiratif.


Kegiatan praktik ini menyiapkan mahasiswa untuk menjadi profesional yang mampu mengelola museum dan pameran sejarah Islam dengan standar tinggi serta mampu menjawab tantangan zaman modern. Kegiatan perkuliahan lapangan ini juga menjadi platform yang mempererat hubungan antara universitas dan lembaga kebudayaan, khususnya Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asyโ€™ari, yang memiliki peran strategis dalam menjaga dan menyebarkan wawasan sejarah Islam kepada masyarakat luas.

Selain itu dengan adanya kegiatan ini memperkuat pengetahuan mahasiswa tentang pentingnya pelestarian sejarah dan budaya Islam dengan pendekatan museumologi yang inovatif
Praktek ini menegaskan pentingnya pendidikan lapangan yang mengintegrasikan kajian sejarah dengan praktik manajemen kebudayaan, sehingga mahasiswa diharapkan mampu berkontribusi secara nyata dalam membangun budaya literasi sejarah yang kuat dan berkelanjutan di Indonesia.

Avatar Muhammad Fadlal

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *





Subscribe to our newsletter