Dari Kekunoan Hingga Kekinian

Toprak Razgatlıoğlu Dua Kali Juara Dunia WSBK dan Akan Pindah Ke MotoGP pada 2026

Avatar Muhammad Faras Fakhri

Kepindahan Toprak Razgatlıoğlu ke MotoGP menjadi impiannya sejak lama (RM.id)

Toprak Razgatlıoğlu pembalap asal Turki yang membalap bersama Tim Rookit BMW Motorrad WSBK kini tengah menjadi pembahasan hangat dikalangan pengemar balap kendaraan roda dua WSBK dan MotoGP. Bukan hal yang tidak mungkin seorang Toprak dirumorkan akan bergabung ke MotoGP pada tahun 2026. 

Terlebih lagi toprak akan bergabung bersama ke dalam tim HRC (Honda Racing Team), selain meninggalkan tim BMW yang telah membawanya juara dunia pada tahun 2024 dengan hattrick kemenangan 18 kali dalam satu musim dan memecahkan 13 fast lap di tahun yang sama. 

Tentu ini adalah sebuah berita yang mengejutkan dan prestasi yang besar bagi Toprak dan tim BMW Motorrad setelah Toprak selama dua tahun mengalami kesulitan bersama tim PATA Yamaha karena masalah pengembangan motor yang tidak dapat mengejar pengembangan motor Ducati dan masalah tim PATA Yamaha yang tidak dapat memberikan pengembangan motor yang diinginkan oleh Toprak.

Akan tetapi tujuan tim balap yang akan dituju Toprak Razgatlıoğlu juga menjadi hal yang cukup sensasional karena Toprak dirumorkan akan bergabung dengan HRC (Honda Tracing Team) di tim utama mereka yang akan mengantikan pembalap mereka Luca Marini. 

Honda dalam 5 tahun belakang sedang mengalami kemunduran, motor yang mereka kembangkan malah tidak kompetitif melawan motor dari pabrikan Eropa seperti Ducati, KTM dan Aprilia. Walau dalam dua balapan terakhir MotoGP 2025 tim pabrikan Honda telah memberikan penampilan yang cukup baik dengan pembalap mereka Johann Zarco dengan finish ke 6 pada main race dan finish ke 4 pada sprint race MotoGP Argentina pada tanggal 16 hingga 17 Maret 2025.

Kemungkinan ini juga disebabkan oleh aturan sasis super konsesi terbaru yang diterbitkan Dorna WSBK yang menyebabkan BMW tidak dapat menggunakan sasis konsesi mereka lagi yang membuat peforma Toprak pada balapan pertama di musim 2025 WSBK Australia menjadi kurang baik, bagaimana tidak seorang Toprak tampak mengalami kesulitan sepanjang balapan.

Toprak Razgatlıoğlu tampak kesulitan dalam melakukan pengereman yang membuatnya berakhir finish ke delapan dibelakang pembalap-pembalap Ducati hingga terjadilah momen pukul windshield yang dilakukan oleh Toprak lantaran kesal dengan peforma motornya yang tidak lebih baik dari tahun kemarin.

Pada pemberitaan yang lain juga Toprak Razgatlıoğlu di kabarkan juga sudah mendatangani kontrak dengan tim HRC untuk tahun 2026. Kepindahan Toprak ke MotoGP menjadi impian Toprak sejak lama mengingat seorang Toprak juga sudah tidak muda dan sekompetitif dulu untuk seorang pembalap. 

Memang usia Toprak masih 29 tahun pada tahun ini akan tetapi pada usia ini juga kebanyakan pembalap terutama pembalap sepeda motor mengalami pengurangan peforma yang dapat membuat mereka tidak dapat sekompetitif seperti dulu. Ditambah Toprak juga yang harus beradaptasi dengan motor MotoGP dan akan menjadi hal yang sulit sekaligus memakan waktu. 

Maka dari itu Toprak tampaknya ingin segera bergabung dengan tim balap MotoGP dan segera berlaga. Selain itu, BMW Motorrad bersama Toprak pada tahun 2024  juga memiliki rumor akan bergabung dengan MotoGP pada tahun 2027 bersamaan dengan regulasi MotoGP terbaru yaitu perubahan cc yang tadinya 1000cc menjadi 850cc dan sistem aerodinamika yang menjadi lebih kecil. 

Akan tetapi hal tersebut akan sedikit tertunda dengan perginya Toprak lebih cepat. Jika ini kepindahan Toprak benar maka ini akan menjadi suatu tantangan yang berat bagi Toprak karena banyaknya perubahan dan dinamika yang terjadi dalam dua musim kedepan 2026-2027.

Karena pada musim 2026 Dorna Sports telah menganti kontrak penggunaan ban pada ajang MotoGP dari awalnya Michellin merek ban asal Prancis berganti menjadi Pirelli merek ban asal Italia. 

Perubahan ini tentu akan sangat mempengaruhi dinamika balapan pada musim depan karena melihat pada ajang MotoGP 2015 ketika ban Michelin mengantikan Bridgestone membuat banyak pembalap tidak dapat beradaptasi dengan baik, banyak pembalap yang sering terjatuh dan mengalami low side tanpa alasan dan tanda yang jelas menjadikan pergantian ban seperti berganti motor bagi pembalap hal ini juga diungkapkan oleh juara dunia 8 kali Marc Marquez. 

Selain itu musim 2026 menjadi musim diberlakukannya aturan pembekuan mesin. Tiga pabrikan yang terkena aturan tersebut adalah Ducati, KTM dan Aprilia sedangkan tim yang mengalami kesulitan beberapa musim belakangan ini yaitu dua pabrikan dari Jepang Honda dan Yamaha bebas melakukan dan tidak melakukan pengembangan mesin motor untuk tahun 2026. 

Aturan ini diterapkan agar tim pabrikan motor tidak kesulitan dalam mempersiapkan regulasi baru pada musim MotoGP 2027 dalam hal pengembangan motor dan finasial tim balap dan pabrikan. Dan terakhir penerapan regulasi baru MotoGP musim 2027 yang mana ada perubahan drastis penurunan kapasitas mesin yang awalnya 4 selinder 1000cc menjadi 4 selinder 850cc dengan pengecilan diameter bore piston, pengecilan bagian aero dinamika winglet depan dan mengenai penggunan holeshot device yang akan sangat merubah dinamika kompetisi selama dua tahun. 

Tentu dengan banyaknya perubahan ini akan menjadi tantangan tersendiri bagi toprak jika ingin berlaga di MotoGP dan menjadi juara dunia WSBK dan juara dunia MotoGP. Pasalnya skill toprak dalam membalap dengan menggunakan tehnik super late braking ditambah dengan motor prototype dengan teknologi yang muktahir dalam balap motor di muka bumi membuat Toprak digadang menjadi kuda hitam yang sebenarnya dalam ajang balap MotoGP.

Avatar Muhammad Faras Fakhri

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *





Subscribe to our newsletter